welcome to the voice of silence

this blog is about me, my experience, my life, my dreams, and my friend
please enjoy this blog^^

Jumat, 27 Mei 2011

SOCIAL WELFARE

Social welfare adalah tentang bagaimana orang-orang komunitas dan institusi di masyarakat mengambil tindakan untuk menyediakan standar minimum tertentu dan kesempatan tertentu. Hal ini umumnya membantu orang menghadapi kontingensi. Konsep di Indonesia kesejahteraan sosial ini sebenarnya tersebar di daerah-daerah melalui otonomitas, sehingga mempermudah pencapaiannya. Namun tidak dapat dinafikan Indonesia masih belum terbebas dari adanya masalah sektoral seperti masalah pangan, energi, atau kesehatan. Yang mana tidak diragukan lagi akar permasalahannya sendiri adalah lemahnya jalinan interaksi antara aktivitas riset, pendidikan, dan industri.
Sebenarnya beberapa isu tersebut dapat berkurang dengan adanya inovasi teknologi. Sehingga nantinya social welfare dapat terbentuk. Setidaknya ada 3 institusi utama dalam system inovasi di Indonesia, yakni lembaga-lembaga riset termasuk di dalamnya universitas dan lembaga non-departemen, industry dan pemerintah. Ketiganya terkenal dengan sebutan triple helix atau dipopulerkan dengan konsep ABG (Akademisi, bisnis, dan government).
Ikatan masing-masing institusi harus berjalan dengan baik agar aliran pengetahuan dari satu institusi ke yang lainnya berjalan lancar. Yang mana disinilah letak pentingnya system inovasi nasional. Di Indonesia sendiri belum ada konsep yang benar-benar mengikat ketiga institusi ini sehingga dapat dikatakan masing-masing institusi berjalan sendiri-sendiri. Padahal satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan atau saling terkait. Selain itu perlu juga adanya regulasi untuk memperkuat institusi triple helix ini.
Konsep ABG (akademisi, bisnis, dan pemerintah). Setiap institusi ini sebenarnya memiliki peran yang berbeda-beda. Akademisi para pelajar atau mahasiswa, dalam system pengajaran saat ini diketahui bahwasannya banyak sekali temuan baru di bidang sains dan teknologi yang mana dapat diperkenalkan melalui pelajaran. Pelajar dan mahasiswa ditingkat menengah atau perguruan tinggi juga dikenalkan dengan konsep entrepreneurship guna menumbuhkan perubahan dan mengantisipasi perubahan yang amat cepat. Sedangkan untuk penguasaan teknologi tidak dapat ditawar-tawar lagi. Maka lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi didesain bukan saja kelak mampu menguasai bidang kompetensinya, tetapi juga ahli dalam melihat perubahan pasar atau market change.
B yakni bisnis, di Indonesia masih belum ada tagline yang benar-benar tergabung dengan hal ini. Perlu kiranya ada pembentukan klaster industry nasional maupun daerah untuk meningkatkan daya saing Negara dan pemerataan kemakmuran nasional sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan. Dan dalam bisnis ini sendiri harus ada action plan yang mana mengkristalisasi dari optimalisasi kompetensi inti bangsa Indonesia dengan memperhatikan keunggulan-keunggulan bangsa dalam bidang energy, telekomunikasi, transportasi, pertanian dan kelautan, manufaktur, dan pariwisata dan jasa.
Dalam berjalannya dua institusi di atas diperlukan efisiensi birokrasi. Pemerintah perlu untuk mendukung adanya kinerja dan benar-benar menangani secara langsung. Selain itu perlu adanya penekanan yang jelas akan regulasi dari 2 institusi ini. Selanjutnya harus ada kebijakan atas visi Negara yang jelas, karena tiap 5 tahun pemimpin Negara berganti, sehingga perlu adanya visi yang jelas dalam pencapaian kemakmuran sosial melalui institusi triple helix.
Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwasannya ketiga institusi triple helix ini bertanggung jawab pada masyarakat atau society. Ketika ke tiganya berjalan dengan baik maka segala isu sektoral pasti akan terhapus sehingga nantinya social welfare akan terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar